Ilustrasi Gambar

(TANGERANG) – Hanya berjarak sekira 300 meter dari proyek Majestic Point Serpong (MPS), sebuah kawasan hunian prestius bertajuk ‘campus residence‘ dikembangkan oleh PT Prioritas Gading Indonesia (PGI) dan Nantong Double Great, yakni Double Great Residence (DGR). Proyek yang direncanakan 9 menara ini dibangun di lahan seluas 3 hektar dengan total nilai investasi sekitar Rp3 triliun.

Double Great Residence merupakan pembaharuan dari proyek sebelumnya oleh PT Prioritas Land Indonesia (PLI) yang bernama K2 Park. Proyek ini mulai dipasarkan sejak 2014 dan pembangunan pondasi dimulai pada 2015. Proyek terhenti di 2016 hingga di 2018 pengembang menyepakati kerjasama dengan investor Tiongkok, Nantong Double Great Group yang merupakan kontraktor BUMN berasal dari China, Gezhouba Group Company (CGGC). Tahun 2019, K2 Park resmi berganti wajah menjadi Double Great Residence. Adapun mayoritas saham oleh Nantong Double Great Group (51%) dan sisanya pemegang saham lokal.

Double Great Residence merupakan hunian yang terintegrasi langsung dengan kampus perguruan tinggi. Serupa dengan Apartemen MPS, Double Great Residence juga sudah menjalin kerjasama dengan Universitas Esa Unggul yang diestimasi akan menampung sebanyak 7.000 mahasiswa. Tidak hanya itu, Stema College dari Stella Maris International juga telah dipastikan bergabung.

“Konsepnya hampir sama dengan Majsetic Point Serpong, yakni campus residence. Tapi di sini skalanya jauh lebih besar, dimana total luas area pendidikan lebih dari 15.000 meter persegi dan bisa menampung sampai 10.000 mahasiswa,” ungkap Marcellus Chandra, Direktur PGI di Marketing Gallery Double Great Residence, Tangerang, Banten, Selasa (3/3/2020).

Proyek di kawasan Gading Serpong tersebut menyasar segmen menengah atas. Marcellus menambahkan, apartemen ini akan memiliki sebanyak 9 tower dengan total hunian mencapai 9.000 unit. Pada tahap awal akan dikembangkan sebanyak 3 tower hunian, yaitu Tower Arkose, Moraine dan Mia dengan investasi sekitar Rp900 miliar. Tahap ini ditargetkan selesai dan mulai serah terima pada pertengahan 2022.

“Pondasi untuk 9 tower sudah selesai dengan bor pile sebanyak 2.500 titik dengan diameter 1 meter dan kedalaman 24 meter. Saat ini sedang pengerjaan basement. Proyek kami juga dilengkapi dengan CCTV, sehingga konsumen atau marketing dapat memantau progress pembangunan proyek ini,” terang Marcellus.

Tahap pertama Double Great Residence terdiri dari tiga pilihan tipe, yakni studio (23 m2), 1 bedroom (34 m2) dan 2 bedroom (60,75 m2) dengan total sebanyak 2.800 unit. Untuk Tower Arkose dan Moraine hanya menyediakan tipe studio. Meski demikian, pengembang membuka opsi 2 bedroom pada kedua tower tersebut. Tower Arkose dan Moraine kini telah terjual sebanyak 50 persen, sedangkan Mia baru mulai dipasarkan. Sementara harga terkini berkisar 21 juta per meter persegi, naik dari harga awal Rp12 juta per meter persegi.

“Untuk konsumen pembeli kami yang lama, kami sudah membuat perjanjian dengan mereka. Kami berikan mereka kompensasi denda juga furniture di unit mereka,” tegas Marcellus.

Selain hunian dan kampus, DGR juga akan dilengkapi dengan area komersial, kolam renang, jogging track, gym dan lainnya. Bahkan, fasilitas lift parking juga akan disediakan di kawasan hunian ini yang diperkirakan dapat menampung hingga 2.500 mobil.

DGR berada di kawasan strategis dengan akses mudah, hanya 5 menit menuju pintu Tol Jakarta dan Merak, dan 15 menit menuju pintu Tol JORR Jakarta – Serpong. Dikelilingi oleh beberapa universitas dan sekolah ternama, seperti Universitas Pelita Harapan Karawaci, Swiss German University, Jakarta Nanyang School, Universitas Bina Nusantara, Prasetya Mulya, Stella Maris International School dan Sekolah Tarakanita. Beberapa fasilitas kesehatan juga ada di sekitar apartemen, seperti RS Siloam.

Marcellus yakin, DGR dengan konsep campus residence tersebut akan menjadi pilihan terbaik bagi investor melihat potensi besar penyewaan apartemen dari para mahasiswa maupun pekerja di sekitar Serpong. Untuk ini, pengembang menawarkan cara bayar yang sangat mudah, yaitu bebas uang muka atau DP 0% dan dengan angsuran cukup Rp2,5 juta per bulan selama 1 tahun dan sisanya langsung KPA bank.

Sementara bagi konsumen yang hendak melakukan pembayaran langsung ke pengembang, bisa bayar setengah di awal dan sisanya dilunasi pada saat serah terima unit.

“Harganya juga masih sangat terjangkau, mulai Rp460 jutaan, sementara KPA bank paling sekitar 3-4 jutaan. Inilah kesempatan bagi konsumen juga investor untuk mendapatkan keuntungan investasi dari sewa di Double Great Residence,” imbuhnya. Dia menambahkan, kisaran sewa apartemen saat ini berkisar Rp4 jutaan dengan melihat sewa kos-kosaan eksklusif telah berkisar Rp2,5 hingga Rp3 juta per bulan.

Sumber : https://www.propertiterkini.com/campus-residence-semakin-diminati-pgi-wujudkan-di-double-great-reaidence/